Imunisasi Polio

By Norhalimah Amd.Keb - 13.51


Imunisasi polio memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit poliomielitis.
Bibit penyakit yang menyebabkan polio adalah virus, vaksin yang digunakan oleh banyak negara termasuk Indonesia adalah vaksin hidup (yang telah diselamatkan) vaksin berbentuk cairan. pemberian pada anak dengan meneteskan pada mulut. Kemasan sebanyak 1 cc / 2 cc dalam 1 ampul.
Polio disebabkan pollylimelitis pada medula spinalis yang dapat menyebabkan kelumpuhan. Vaksin disimpan dalam rantai dingin yang benar (2-8oC). Vaksin sangat stabil, namun ketika dibuka dan dapat terpapar udara, vaksin akan kehilangan potensi disebabkan oleh perubahan pH.  Vaksin polio oral dapat disimpan beku pada temperatur -20oC. Bila disimpan pada suhu tersebut, vaksin dapat dipakai sampai 2 tahun. (Vivian,Nanny Lia Dewi.2010).

a.       Macam vaksin polio:
1)      IPV (Inactivated Polio Vaccine, Vaksin Salk), mengandung virus polio yang telah dimatikan dan diberikan melalui suntikan
2)      OPV (Oral Polio Vaccine, Vaksin Sabin), mengandung vaksin hidup yang telah dilemahkan dan diberikan dalam bentuk pil atau cairan.
3)      Bentuk trivalen (TOPV) efektif melawan semua bentuk polio, bentuk monovalen (MOPV) efektif melawan 1 jenis polio.
a.       Kontraindikasi
1)      Anak mengalami demam tinggi
2)      Anak muntah atau diare
3)      Menderita infeksi HIV
b.      Jadwal Pemberian
Polio diberikan kunjungan pertama setelah lahir, selanjutnya vaksin diberikan sebanyak 3 kali, yaitu saat bayi berumur 2, 4 dan 6 bulan. Pemberian vaksin diulang pada usia 18 bulan dan 5 tahun.
c.       Cara Pemberian
Vaksin diberikan secara per oral.
d.      Dosis
Tiap dosis vaksin (2 tetes = 0,1 ml).

e.       Efek Samping
Sangat jarang sekali menimbulkan efek samping.
f.       Rekomendasi
1)        Berikan imunisasi primer pada bayi dan anak
2)        Vaksin polio oral diberikan pada BBL sebagai dosis awal. Kemudian diteruskan dengan imunisasi  dasar mulai umur 2-3 bulan yang diberikan 3 dosis terpisah berturut-turut dengan interval waktu 6-8 minggu. Satu dosis sebanyak 2 tetes (0,1 ml) diberikan per oral pada umur 2-3 bulan, yang pemberiannya dapat diberikan bersamaan dengan suntikan vaksin DPT dan hepatitis B.
3)        Pemberian ASI tidak berpengaruh pada respons antibody.

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar

Silahkan Tinggalkan komentar anda...