Imunisasi polio memberikan kekebalan
aktif terhadap penyakit poliomielitis.
Bibit
penyakit yang menyebabkan polio adalah virus, vaksin yang digunakan oleh banyak
negara termasuk Indonesia adalah vaksin hidup (yang telah diselamatkan) vaksin
berbentuk cairan. pemberian pada anak dengan meneteskan pada mulut. Kemasan
sebanyak 1 cc / 2 cc dalam 1 ampul.
Polio disebabkan pollylimelitis pada medula spinalis
yang dapat menyebabkan kelumpuhan. Vaksin disimpan dalam rantai dingin yang benar (2-8oC).
Vaksin sangat stabil, namun ketika dibuka dan dapat terpapar udara, vaksin akan kehilangan potensi
disebabkan oleh perubahan pH. Vaksin
polio oral dapat disimpan beku pada temperatur -20oC. Bila disimpan pada
suhu tersebut, vaksin dapat dipakai sampai 2 tahun. (Vivian,Nanny
Lia Dewi.2010).
a. Macam vaksin polio:
1) IPV (Inactivated Polio Vaccine,
Vaksin Salk), mengandung virus polio yang telah dimatikan dan diberikan
melalui suntikan
2) OPV (Oral Polio Vaccine, Vaksin Sabin),
mengandung vaksin hidup yang telah dilemahkan dan diberikan dalam bentuk pil
atau cairan.
3) Bentuk trivalen (TOPV)
efektif melawan semua bentuk polio, bentuk monovalen (MOPV)
efektif melawan 1 jenis polio.
a. Kontraindikasi
1)
Anak
mengalami demam tinggi
2)
Anak
muntah atau diare
3)
Menderita
infeksi HIV
b. Jadwal
Pemberian
Polio diberikan kunjungan pertama setelah lahir,
selanjutnya vaksin diberikan sebanyak 3 kali, yaitu saat bayi berumur 2, 4 dan
6 bulan. Pemberian vaksin diulang pada usia 18 bulan dan 5 tahun.
c. Cara
Pemberian
Vaksin
diberikan secara per oral.
d. Dosis
Tiap
dosis vaksin (2 tetes = 0,1 ml).
e. Efek
Samping
Sangat
jarang sekali menimbulkan efek samping.
f. Rekomendasi
1)
Berikan
imunisasi primer pada bayi dan anak
2)
Vaksin
polio oral diberikan pada BBL sebagai dosis awal. Kemudian diteruskan dengan
imunisasi dasar mulai umur 2-3 bulan
yang diberikan 3 dosis terpisah berturut-turut dengan interval waktu 6-8
minggu. Satu dosis sebanyak 2 tetes (0,1 ml) diberikan per oral pada umur 2-3
bulan, yang pemberiannya dapat diberikan bersamaan dengan suntikan vaksin DPT
dan hepatitis B.
3)
Pemberian
ASI tidak berpengaruh pada respons antibody.
0 komentar
Silahkan Tinggalkan komentar anda...